Just another Blogdetik.com weblog

Pasca Makan Siang….


posisi pewe setelah makan siangBerikut kegiatan student bielefeld setelah makan siang. he he he.

OBH di manakah kau ?


Saat ini kel. Wiryana sedang terkena wabah batuk. Dan kayaknya warga Konsulat Jenderal RI di Bielefeld juga bentar lagi tertular. Kalau sudah wabah seperti ini, maka langsung mengalir pertanyaan “Siapa yang masih punya OBH alias Obat Batuk Hitam”. Walau sudah bertahun-tahun di Jerman, tapi urusan batuk sepertinya tetap lebih percaya kepada si OBH alias Obat Batuk Hitam. OBH ini tergolong obat batuk jenis ekspektoran yang membantu penyembuhan batuk berdahak secara efektif. Dua karakternya, pemecah lendir dan mencairkan lendir tersebut. Di tambah dengan rasa menthol maka menyegarkan pernafasan (walah koq jadi iklan OBH).

Yang pasti, siapa yang masih punya OBH ? Murah, menyegarkan, manjur.

Cukur atau digigit kuda


Berhubung terlalu semangat untuk potong rambut, akhirnya jadi tidak bisa dibedakan apakah ini hasil potong rambut atau digigit kuda.

digigit-kuda.jpg

Cuaca gini enaknya tidur


Cuaca ngawur seperti ini, hujan badai angin dingin, memang bikin ngantuk dan maunya tidur aja. Tidak heran ada mahasiswa/i yang nekat setelah kekenyangan makan di Mensa, terus tidur di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Bielefeld

120320087321.jpg

Rumus kemampuan mengangkat kardus


Selama berhari-hari proses pengepakan, pengangkatan kardus, maka cukuplah dikumpulkan data-data untuk menyusun suatu teori pengangkatan kardus (Grand Unified Theory of Kardus). Mungkin teori ini belum valid karena belum melalui proof secara matematis, tetapi minimal telah melalui validitas empiris.

Pada dasarnya kemampuan mengangkat kardus (K) dapat dinyatakan dalam persamaan :

K = f (E,S,R,L)

Dimana K adalah kemampuan mengangkat kardus (dinyatakan dengan jumlah kardus per satuan waktu), E adalah energi yang dimiliki orang pengangkat, S adalah semangat untuk mengangkat kardus tersebut, R adalah kerelaan orang untuk mengangkat kardus itu (terutama kalau kardus itu bukan milik orang tersebut), L adalah bagaimana orang tersebut telah ditempa latihan untuk mengangkat kardus. Jadi pada dasarnya kemampuan seseorang mengangkat kardus merupakan fungsi yang memiliki variabel bebas E, S, R dan L.

Untuk itulah dengan mudah (meniru gaya paper-paper matematika, yang sering menulis dengan mudah diturunkan padahal sulitnya minta ampun). Dapat dijawab penjelasan mengapa kenalan orang Jerman kita yang baik sekali si Kai yang kekar, dan sering mengangkat beban berat dibarengi dengan semangat yang tinggi, dan kerelaan yang tinggi (kalau ndak rela mana mau siangnya datan ngedrop truck, terus pagi pagi datang nyetir dan balik lagi), bisa mengangkat kardus kardus besar cukup dengan satu tangan dan ndak ada cape-capenya.

Rumus tersebut juga dapat menjelaskan mengapa Ican yang kurus kecil (energi E yang dimiliki kecil), dan jarang mengangkat kardus sebelumnya dapat mengangkat banyak kardus yang berat-berat itu. Sebab komponen R (kerelaan, walau itu bukan kardus milik Ican), dan S (semangat membantu) sangatlah besar. Ican, Anda perlu dapat bintang, sesuai motto “Jangan lihat ukuran badannya donk, tapi ……

Begitu juga Novie alias Nobita walau hari itu lagi sakit, karena tamu rutin bulanan, dan harus bekerja sore itu dan besok paginya. Tapi hari Sabtu masih cukup tangkas mengangkat kardus, dan membuat beberapa kardus. Termasuk kardus yang rumit yaitu kardus untuk sofa. Bahkan Novie berdua Ican menggotong kardus naik Strassenbahn.

Kalau Adit sih jelas, komponen E (energi) tergambarkan dengan bentuk tubuhnya yang bisa menyerap makanan mensa 2 porsi, dan L (dalam 2 bulan ini udah mbantuin orang pindahan lebih dari 3 kali). Apalagi ditambah S dan R yang sangat memadai sehingga mengangkat kardus tidak ada masalah, walau besok paginya pagi-pagi sekali harus segera berangkat menjadi guide ke negara lain, dan malamnya harus sampai jam 2 membuat kardus sisa. Begitu juga Ivan dan Adi yang kekar-kekar dan membantu abis-abisan mengangkati kardus-kardus berat ke truk. Maklum Ivan dan Adi sering latihan fitnes, tapi tanpa kerelaan dan semangat rasanya juga sulit mau mengangkat kardus yang bukan miliknya. Thanks Ivan dan Adi.

Memang sering variabel t (waktu, alias ada atau tidak adanya waktu) sering dianggap merupakan variabel bebas, tetapi sebetulnya variabel ini merupakan variabel yang sangat bergantung dengan R dan S.  Sebagai contoh Adi harus menyerahkan Diplomarbeitnya hari Senin, tetapi karena sudah rela untuk datang, maka sudah diatur terlebih dahulu sehingga ada waktu. Sedangkan Ivan walau jam 17.00 hari Sabtu tersebut harus langsung bekerja di Kinderklinik, tetapi tetap dapat meluangkan waktu untuk datang terlebih dahulu ke Beethovenstrasse untuk mengangkat kardus yang berat itu, dan setelah selesai langsung ngebut ke Kinderklinik untuk bekerja. Padahal pekerjaan Ivan juga membutuhkan tenaga fisik.  Jadi variabel t (waktu) bukanlah variabel bebas. Bergantung pada R, dan S.

IMW, Anthi dan Yuli, kalau toh E dan L mepet (karena kecapean dan sebagainya, misal IMW sudah memasuki usia kepala 4) tapi S dan R sangatlah tinggi, Lha barang-barang milik sendiri he he he jadi mau tidak mau harus bisa mengangkat. Walau paginya harus jalan kaki 40 menit dari rumah ke stasiun (termasuk Madhava lho), ya tenaga harus diada-adakan supaya bisa mengangkat semua kardus.

Jadi dari persamaan tersebut E (tenaga yang dimiliki seseorang), dan L (berapa sering mengangkat beban berat, bukanlah segala-galanya untuk urusan kemampuan mengangkat kardus, sebab komponen R (kerelaan) dan S (semangat) sering menjadi motivator untuk membesarkan E dan L sehingga K (kemampuan mengangkat kardus) menjadi tinggi. Mirip seperti cerita Uli Geller, ketika serorang ibu dan anaknya mengalami kecelakaan mobil, dan si anak terjepit di dalam mobil, sang ibu dapat mengangkat mobil itu sendiri.

Madhava “Monstrum” Nitisara ultah ke 5


Selasa ini si Monstrum alias Madhava, ultah ke 5. Tetapi karena ortunya lagi lelah abis urusan kardus mengkardus, serta pasukan Bielefeld lagi tidak ada di kandang, Adit dan Ican lagi jadi guide ke manca negara, Iyu lagi mencari sesuap nasi dan selemari sepatu, Novi lagi sibuk maka diputuskan tidak ada acara pesta.

Cuma pagi ini di TK Madhava bawa buah-buahan (karena lagi program makan sehat, jadi disarankan tidak bawa tart), dan bungkusan yang dibagikan ke anak-anak. Simple saja isinya cukup apple dan sticker. Pesta ultah di TK Jerman memang ndak seheboh di Indonesia. Siangnya Madhava, papita dan mamita cuma jalan jalan ke toko mainan saja. Tentu saja alih-alih makan di resto, Madhava lebih suka beli mainan.

Sorenya nongol di rumah Rahman dari Muenster, dan juga Eko dan Kanti. Tentu saja tetangga sebelah oom Wayan dan Tante Rai juga datang. Jadi acara tiup lilin sebentar, dengan kue yang dibeli di Marktkauf. Maklum kelelahan setelah acara kardus belum hilang jadi bawaannya malas buat bikin kue. Cuma paginya aja mamita masih sempat bikin Muffin buat dibawa ke TK.

Bielefeld Gaul!


Gak percaya?

Coba liat postingan berikut:

http://community.kompas.com/

scrolldown terus ke bawah sampe ketemu tulisan: ‘Top Five Jadoel’ atau lebih gampang pake ‘find (ctrl+F)’, keywords: Top Five Jadoel.

Di bawah tulisan tersebut anda akan temui foto berikut:

Percaya atau tidak, beliau adalah warga desa ini. Di kenal sebagai kupu-kupu malam Bielefeld, karena selalu pulang tengah malam bahkan menjelang pagi. Tulisan beliau di Kompas Cyber Media Community mencerminkan bahwa warga desa ini memang ‘gaul’.

Jika ada warga yang layak menjadi pasangan Cinta Laura, maka beliau ini adalah salah satu kandidat paling layak (Mohon maaf jika Sdr. Adit tersinggung, ini faktor sepeda dan suply makanan).

Satu persatu tumbang


Rupanya trend tepar tengah melanda mahasiswa/i Bielefeld. Satu demi satu tumbang kena demam, batuk, pilek. Berbagai jurus dikeluarkan dari modern, tradisional, dari obat, berendam, minum teh, kerokan dan lain sebagainya. Istirahat memang obat paling mujarab, tapi apa mau dikata tugas banyak menanti, acara banyak dikunjungi. Akhirnya simfoni pilek selalu melanda warga Bielefeld ini.

Hari Minggu kemarin cuaca cerah, Flohmarkt di depan kampus juga ramai. Bapak penjual majalah nongol, jadi memborong majalah. Lumayan Economist, Schone Wohnen, dan sebagainya.

Cuaca Bielefeld siang ini cerah


Cuaca Bielefeld siang ini cukup cerah. Matahari bersinar terang. Para penggemar infotainment baru saja bersedih membaca blog Maia.

Cuaca cerah cocok buat nyate ? Sayang kardus menanti bukan daging yang menanti

Bielefeld di hari valentine


Hari kasih sayang - Sayang hari ini mendung - Mendung mau hujan -  Hujan bikin  dingin - Dingin pasti lapar - Lapar mesti makan - Makan mesti masak - Masak apa ya? - Ya mending telpon - Telpon minta ijin - Ijin ikut makan - Makan malem gratis.

Valentine = Makan Malem Gratis! (Karena kasih sayang hanya bisa diungkapkan dengan segala yang gratis)

ditulis pada sore hari dengan perut lapar